This is a serius post
Semua orang pasti pernah menilai seseorang.termasuk aku
Dan aku adalah orang yang dapat menilai seseorang dengan sangat cepat.Bahkan baru 3 hari bersekolah, aku sudah dapat menilai 7 sifat temen aku dikelas.
Sifat pelajar itu seperti 2 mangkuk.mangkuk pertama berisi "sifat di sekolah" dan mangkuk kedua berisi "sifat di rumah".
Jadi pastinya kita menilai seseorang (pelajar) dengan sifatnya di sekolah.
Aku tahu mana temen yang sensitif,pemarah, suka ikut campur urusan, mentel, tomboy, pemalu, nakal,dll.
Terlebih lagi, aku dpt menilai diri aku sendiri dan dapat merubah sifatku sendiri.Menurut aku " ORANG YANG BERUBAH KARENA KEMAUANNYA SENDIRI LEBIH BAIK DARIPADA ORANG YANG BERUBAH KARENA PERINTAH ORANG LAIN "
Bahkan aku sempat dibilang kalau aku Overprotektif dan terlalu Kepo.Dari SMP memang aku sangat Kepo,tetapi jangan terlalu membentak seseorang untuk merubah sifatnya <-- That's the point!
Sifat overprotektif aku meluap cuma pada saat orang yg aku sayangi tidak melaksanakan ibadahnya.Aku gak pernah yang namanya melarang ini, melarang itu... This is life, everyone have their right.
Jadi biarlah orang itu sendiri yang merubah sikapnya.Aku yakin orang yang berubah sikapnya karena kemauannya sendiri 1000% dia pasti berubah total dan tidak akan kembali ke perilaku buruk sebelumnya.
Tapi jika orang itu berubah karena diperintah/dipaksa, palingan dia cuma berubah sebentar, sekitar seminggu kemudian, barulah sikap buruknya berulah lagi...
Sama seperti saat guru memarahi muridnya, murid telat terus dimarahi, palingan besok dia telat lagi... ya kan?
Menilai orang juga harus melihat sikap positifnya, tetapi jangan langsung melihat segi positifnya dari awal...
contoh: kelen hari pertama sekolah, lalu ada kawan baru kelen bersikap sopan sama kelen, jangan kalian pikir "dia sopan orangnya...".Kita lihat dulu selama 2-6 bulan ke depan.Saat kita dan kawan kita sudah sangat akrab, barulah kita dapat menilai sisi positif dari kawan kita tsb.
Anyway, aku sangat benci sama orang yang suka ikut campur.Sikit2 ikut campur, Sikit2 ikut campur padahal bukan urusan dia...
and then aku juga gak suka sama org yang Too Lazy..
for example, saat aku mencatat banyak teori di buku tulis yang dapat meghabiskan 4 halaman buku, sedangkan kawan aku main game di HPnya sepuas-puasnya.Saat aku selesai mencatat, dengan santainya dia bilang"ren.. kau kan baek.. pinjamlah buku catatanmu.."
njir...
Aku juga gak suka sama kawan yang over naughty alias "terlalu bandal"
Aku juga tidak menilai kawan, aku juga menilai guru
rata2 murid mengatakan guru killer itu kejam
sisi negatif dari guru killer memang kejam...
tapi coba lihat sisi positifnya.. mungkin guru killermu itu seorang yang peduli,humoris, atau enak diajak curhat...
Terkadang ada juga guru yang gaul, tapi anti sama yang namanya suara kebisingan.
ada guru yang baik dan ramah tapi anti sama yang namanya pacaran dan keributan
ada juga guru yang killer yang anti ngopek, tapi humoris...
Jadi menilai orang itu jangan cuma sisi negatifnya tetapi juga sisi positifnya.
Ini juga menjadi pembelajaran untuk kita dalam hal "Pertemanan".
contohnya saja kawanmu ini susah diajak bercanda, kalau dibecandain sikit malah marah... jadi kita harus bertindak sesuai dengan keinginan kawan kita ini... mungkin dia suka sama anime, jadi tiap ketemu, kamu bisa bercakap-cakap dengan kawanmu ini tentang anime dll. dia pasti seneng sama kamu dan kamu juga seneng sama dia..
Aku juga gak suka sama orang yang suku asal nuduh..
Well..maybe that's all
Seperti kawan aku bilang "Jangan nilai orang dari fisiknya, tapi dari hati dan wawasannya " ( motto by: Abdul Hanif, one of my Junior High School friends).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar